Seribu Sembilan Puluh Lima

Tepat tiga kali putaran bumi mengitari matahari.

Telah begitu banyak rasa yang aku lontarkan menuju sasarannya dan banyak pula yang telah aku terima dengan segala drama, aku tahu bahkan sedari awal bahwa aku tak akan lagi mengenang apa-apa yang telah menyakiti, tak lagi sudi membuang-buang waktu untuk mencari.

“Perjalanan pulang tidak pernah sebentar,” ujar salah seorang teman baik. Aku tersenyum mengiyakan. Namun bagiku bukan hanya perkara itu. Bagiku, perjalanan pulang adalah untuk dinikmati tanpa terburu-buru, kamu pun tahu. Hanya saja semakin aku mencoba, setiap tanjakan terasa amat melelahkan dan tiap tikungan terasa begitu mematikan. Setiap aku merasa semakin dekat semesta selalu menemukan cara untuk menyesatkanku, memutar balikkan arahku, menjauhkanku darimu.

Hingga pada hari ke seribu sembilan puluh lima, meski aku tahu semesta dan seisinya tak lagi memihak. Aku masih mencari jalan meski harus bersujud bersimbah air mata, memohon kepada ibu bumi untuk menuntunku pulang, menujumu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: